PKBI DIY: Berjuang untuk Hak Kesehatan Reproduksi & Seksual
Sabtu, 19 Mei 2012
Jajak Pendapat

Menurut anda, situs ini bagaimana?

Biasa
Lumayan
Bagus
Jelek
Editorial

PENUHI HAK PENDIDIKAN TANPA DISKRIMINASI! SISWI HAMIL BERHAK MENGIKUTI UJIAN NASIONAL!

 

..selengkapnya

Rekruitmen Relawan PKBI DIY 2011

PKBI adalah lembaga yang berjuang untuk penguatan hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual yang berkeadilan gender, yang mempunyai kegiatan berupa : Konseling Remaja, Konseling VCT, Pengorganisasian Remaja Jalanan, Remaja Sekolah, dan Remaja Komunitas, Pengorganisasian Waria, Perempuan Pekerja Seks, dan Gay, Pelayanan Klinik Kesehatan Reproduksi, penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan, Pengembangan Media, Penerbitan dan Penelitian, Siaran Radio dan Televisi, serta Perpustakaan.

..selengkapnya

Pekerjaan Berat Menanti

Dilantiknya Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, DR.PH, sebagai Menteri Kesehatan RI dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, memberikan harapan baru dalam agenda penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Setidaknya, manakala melihat pengalaman dan keterlibatannya dalam program penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

..selengkapnya

2
Berita

Tri Panca,Sebuah Koran Komunitas dari 3 Desa di Sleman

Saat ini media komunikasi sangat berkembang,bahkan sosial media sudah sangat menjamur di kalangan remaja,sehingga membuat media cetak seperti koran menjadi tidak eksis lagi.Bahkan hanya untuk sekedar berbagi ilmu tentang kespro,gender,maupun LGBT di media cetak sudah sangat jarang sekali ditemui. 

Namun hal ini ditanggapi lain oleh 3 desa di Sleman,yaitu Triharjo,Pendowoharjo dan Caturharjo. Melalui pelatihan yang dilakukan oleh PKBI DIY pada tanggal 23 Maret 2012,kemudian dicetuskanlah sebuah media komunikasi dari 3 desa dampingan PKBI tersebut yang akan dituangkan dalam koran.

selengkapnya

Raperda Perlindungan Anak dan Perempuan Masih Tumpang Tindih

Raperda Perlindungan Anak dan Perempuan yang saat ini masih digodok oleh DPRD dan beberapa stakeholder terkait seperti BPPM banyak menuai kritik, terutama subjek perempuan dan anak itu harusnya dibedakan. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Anantya Garaudi, Koordinator Program Pengorganisasian Komunitas PKBI DIY. “Iya, di Raperda yang sedang disusun itu, subjek perempuan dan anak haruslah dibedakan, karena ini akan beda penanganannya”, kata Gara, panggilan akrabnya. Hal ini muncul dalam diskusi Kemisan Youth Centre PKBI DIY. Diskusi Kemisan merupakan diskusi rutin internal yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Seksualitas PKBI DIY. Didalam diskusi ini biasanya dibahas tentang kabar maupun peristiwa terbaru yang terkait dengan isu yang diperjuangkan oleh PKBI DIY selama ini.

selengkapnya

KESEHATAN REPRODUKSI MENJADI MUATAN LOKAL: SOLUSI ATAU BEBAN?

PKBI DIY kembali menggelar Forum Guru di lantai 2 Klinik PKBI Badran (17/9). Tema kali ini adalah advokasi kesehatan reproduksi (kespro) menjadi bagian dari muatan lokal (mulok). Hal ini sejalan dengan tujuan dilakukannya Forum Guru, yaitu mengakomodasi kebutuhan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menyampaikan informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Setiap 3-4 bulan sekali, PKBI DIY memfasilitasi para guru tersebut bertemu untuk berbagi informasi dan menjadi sistem dukungan sosial.

Forum Guru ini dihadiri oleh 26 guru BK dari sekolah yang tersebar di empat kabupaten dan  kotamadya Yogyakarta. Kegiatan dimulai dengan presentasi “Kilas Balik” oleh Supri, pengawas harian PKBI DIY, mengenai pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja yang sudah dirintis dari tahun 1980-an oleh PKBI DIY.

“Kilas Balik” menceritakan tentang kiprah PKBI DIY dari tahun ke tahun atas kepeduliannya terhadap remaja dalam mengakses informasi kesehatan reproduksi. Terkait dengan forum guru,  PKBI DIY telah mengupayakan terbentuknya forum guru sejak tahun 2007. Selain itu PKBI DIY juga bergerak di bidang penelitian di tahun 2009 yang menyatakan adanya perbedaan signifikan antara murid yang mendapatkan materi utuh kesehatan reproduksi dengan murid yang hanya mendapatkan materi sisipannya saja. Riset ini ditinjau dari kesetaraan laki-laki dan perempuan.

Presentasi kemudian dilanjutkan dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari beberapa guru, dimana akhirnya yang menghasilkan kesimpulan bahwa peran Dinas Pendidikan terhadap masalah ini masih dirasa kurang meskipun telah ada tanggapan positif yang diberikan. Anis, selaku ketua Forum Guru, menyampaikan bahwa pada level kebijakan, institusional, dan implementasi, kesehatan reproduksi yang merupakan salah satu kebutuhan mendesak bagi para murid, sulit masuk menjadi muatan lokal. “Ada keterbatasan penyampaian kespro karena aturan guru sekarang harus mengajar 27,5 jam setiap minggunya.”, demikian penjelasan Anis.

Masalah krusial dari informasi kesehatan reproduksi sendiri adalah kreativitas guru dalam penyampaiannya, ketertarikan siswa terhadap informasi tersebut, dan kesiapan orangtua untuk terlibat aktif. Pertanyaan yang muncul dalam forum guru kali ini dan perlu dijawab bersama adalah “Pemberian materi kesehatan reproduksi: solusi atau beban di dunia pendidikan?”

[Sinta]

edL

selengkapnya

2
Essay

Keyakinan Institusional Jadikan Kiblat Gerakan

Kembali keyakinan institusional PKBI DIY diperkenalkan.  Sudah saatnya lembaga swadaya masyarakat ( LSM) meyakini , persoalan kesehatan reproduksi, HIV dan AIDS merupakan persoalan relasi kuasa, dan bukan persoalan perilaku individu maupun masalah klinis semata. Pengalaman lembaga selama ini memberikan pembelajaran, posisi LSM hanyalah sebagai mediator yang memfasilitasi penyelesaian persoalan yang dialami komunitas dengan pemerintah, sebagai aktor penyelenggara negara. Keyakinan lembaga untuk memandang komunitas tak lagi sebagai objek, telah menempatkannya sebagai aktor sekaligus subjek dalam gerakan menuju perubahan, Jelas Maezur zacky, Dirpelda PKBI DIY saat menerima rombongan tamu dari Unsula, siang kemarin di aula PKBI DIY, 20/05.

selengkapnya

Abrosi dalam Bingkai Jurnalisme Legal-Formal

Bertahun sudah saya membaca Tempo. Bahkan, ketika saya mengikuti tes calon reporter majalah kampus di Yogyakarta, dan ditanya majalah apa yang paling sering dibaca, saya menjawab Tempo. Tetapi saya benar-benar merasakan bagaimana jargon Tempo, 'enak dibaca', baru kali ini, saat membaca tulisan rubrik investigasi (Edisi 11-17 Mei 2009). Sebuah laporan mengenai aborsi, prosesi yang begitu sulit untuk diambil keputusannya, tetapi begitu enak diceritakan. Begitu nyaman. Bisa dibaca sambil bergelak tawa, di sela-sela minum kopi dan disambi menonton televisi.

selengkapnya

Cyber Sex

Seiring dengan berkembangnya jaman, internet menjadi salah satu alternative/ pilihan baru untuk memuaskan hasrat kita dalam seks yang dikenal dengan cyber sex.

selengkapnya

News Flash

Kekerasan Seksual Terhadap Siswi SMA

PKBI DIY, PLIP Mitra Wacana dan LBH Jogjakarta akan melakukan Audiensi dengan Kapolres Bantul pada hari Rabu (27/4). Audiensi ini terkait dengan lambannya penanganan kasus kekerasan seksual oleh guru terhadap salah seorang siswi di Kabupaten Bantul

Sunat Perempuan

Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY) akan mendiskusikan langkah somasi terhadap Kemenkes terkait dengan dikeluarkannya Permenkes No 1636 tentang Sunat Perempuan yang dianggap melanggar Hak Perempuan.  Diskusi akan dilakukan pada hari rabu, 27 April 2011 jam 14.00 di PKBI DIY, Jl. Tentara Rakyat Mataram JT I / 705 Jogja

IDAHO 2009

Jaringan LGBTIQ Yogyakarta akan menggelar Diskusi Publik dengan tema "Dukungan Orang Tua LGBTIQ" pada taJumat, 15 Mei 2009 jam 13.00 di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono 40/42 Yogyakarta. Hadir sebagai pembiara Dra. Ira Paramastri, MSi (Fakultas Psikologi UGM) dan Orang Tua LGBTIQ. Selain diskusi publik, ada pula pameran foto, aksi damai, dan panggung keberagaman yang merupakan rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) 2009 "Jangan Ada Kekerasan Dalam Keberagaman

Youth Forum Yogyakarta Adakan Hearing

Untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi remaja, Youth Forum Yogyakarta akan mengadakan dengar pendapat dengan Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI DIY, besok (7/4). Mereka akan diterima oleh Awang Trisnamurti, Sekretaris PHD dan Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah, di Gazebo PKBI DIY Taman Siswa, Yogyakarta

Diseminasi Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali

Besok, 7 April 2009, dilakukan Desiminasi dan Komitmen Narasumber Ahli Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor Biro Swara Nusa Bali, dan diikuti oleh para narasumber ahli dari berbagai disiplin dan sektor. Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan yang sama, pada tanggal 3 April 2009, di Biro Nusa Tenggara Barat dan Biro Jawa Tengah. "Responnya cukup baik," kata Farid Husni, Kepala Biro Jawa Tengah

PKBI DIY, Jl. Tentara Rakyat Mataram JT I/705 Yogyakarta, 55231
Phone/Fax: +62 274 586767/+62 274 513566
E-mail: office@pkbi-diy.info
Web:
www.pkbi-diy.info