PKBI DIY: Berjuang untuk Hak Kesehatan Reproduksi & Seksual
Kamis, 9 Sep 2010
Jajak Pendapat

Menurut anda, situs ini bagaimana?

Biasa
Lumayan
Bagus
Jelek
http://swaranusa.net
Profil
2
Program Youth Center
2
Pusat Studi Seksualitas

Merupakan program yang bergerak dibidang penelitian, pengembangan dan sumber informasi (Clearing House) mengenai isu-isu dan wacana kesehatan reproduksi. Kegiatannya meliputi pelayanan perpustakaan, penelitian, penerbitan dan sistem informasi kesehatan reproduksi.

PKBI DIY sebagai sebuah wadah perkumpulan yang lebih memfokuskan diri pada isu kesehatan reproduksi berperspektif jender untuk mencapai manusia yang berkualitas dan bertanggungjawab, merasa perlu meluaskan jaringan kerja dan wawasan serta inventarisasi data dalam rangka berperan serta secara aktif dalam kebijakan publik terutama yang berhubungan dengan isu kesehatan reproduksi remaja dan perempuan.

Lahirnya PSS sendiri merupakan perjalanan panjang dari bagian PKBI DIY, yang diyakini kebermanfaatan dan keberadaannya demi menunjang sepak terjang dan perjuangan PKBI terhadap isu kesehatan reproduksi dan hak-hak kaum sipil yang termarginalkan. Berawal dari kajian yang dinamakan Kajian Gender dan Kesehatan Reproduksi (KGKR), akhirnya tahun 2000 berdirilah sebuah pusat studi seksualitas yang bertugas mengemas isu perkaitan dengan PKBI secara lebih dalam. Karenanya PSS (Pusat Studi Seksualitas) dimaksudkan bisa menjembatani antara Lembaga Swadaya Masyarakat dan kajian-kajian penelitian yang terasa jauh kebermanfaatannya bagi masyarakat terutama kelompok terpinggirkan (sebagiannya menjadi kelompok dampingan PKBI). Ada perbedaan mencolok antara PSS dan pusat-pusat studi lain (yang dirasa kurang kebermanfaatan karena tujuan akhir dari studi yang dilakukan), yaitu keberadaan PSS yang lekat dan dekat dengan beberapa kelompok termarginalkan dan terabaikan beberapa hak-haknya oleh pemerintah, yaitu : anak/remaja jalanan, remaja, homoseksual, waria dan pekerja seks. Hal inilah yang membuat keberadaan PSS menjadi sebuah harapan dan kehausan.

Setelah mengalami berbagai perubahan, ditahun 2006 ini, PSS dibagi menjadi 2 wilayah kerja, yaitu penelitian dan penerbitan serta perpustakaan.

Divisi Penelitian dan Penerbitan

Penelitian bertanggung jawab merawat isu seksualitas yang kental dengan kajian ilmiah namun tetap membumi dengan kebutuhan kelompok dampingan PKBI DIY. Penelitian ini kemudian dikembangkan dalam bentuk diseminasi penelitian dengan mengundang perbagai pihak, termasuk masyarakat, pakar dan pengambil kebijakan. Harapannya agar penelitian menjadi kepentingan bersama dan disikapi oleh seluruh lapisan masyakarat. Selain desiminasi penelitian, informasi penelitian ini juga dikemas dalam sebuah jurnal bening agar capaian informasi lebih luas. Jurnal ini diharapkan dapat digunakan sebagai penyeimbang wacana masyarakat yang terlanjur homogen dengan social contruction tertentu. Selain itu penelitian juga bertanggung jawab pada ketersediaan data/informasi program dalam lingkup PKBI DIY (PSS, LENSA, TSMD, GL dan Klinik PKBI DIY).

Seperti halnya tahun 2004 lalu, penerbitan bergabung dengan penelitian (dulu penelitian dan pengembangan atau litbang), dan tahun 2006 menjadi divisi yang berpisah dengan bidang garap yang juga berbeda. Tetapi untuk tahun2006 itu mengefektifkan agenda kerja maka Divisi Penelitian dan Divisi Penerbitan digabung kembali menjadi Divisi Penelitian dan Penerbitan. Seperti halnya dengan tahun-tahun lalu Media publikasi yang dilakukan dituangkan dalam media tulisan lewat Buletin Embrio. Media ini diharapkan dapat menjadi media penggagas wacana masyarakat dan mengarah pada perubahan kebijakan publik tertentu yang tidak mendukung maupun tidak berempati pada kelompok-kelompok terpinggirkan berhubungan dengan isu kesehatan reproduksi dan perempuan. Kajian-kajian dan diskusi sesuai isu dan informasi yang sedang hangat berhubungan dengan isu kesehatan reproduksi dan perempuan diimplementasikan dalam diskusi bulanan dan juga seminar.

Perpustakaan

Keberadaan perpustakaan sebagai pendukung program PSS (intern maupun extern) berupa penyedia literatur sangat vital. Selama ini, image perpustakaan yang kaku, beku dan dingin karena identik dengan benda-benda mati dan tidak bergerak akan berusaha diubah. Karena jika tidak, tetap saja, usaha2 memberikan informasi, wacana dan pemberdayaan masyarakat menjadi sulit dilakukan disebabkan jauhnya masyarakat dengan pusat informasi dan kajian. Kerjasama dengan pelbagai pihak menjadi suatu kebutuhan yang coba dilakukan demi mengaktifkan unit penyedia informasi dan data ini. Harapannya, pencapaian koleksi informasi khusus yang lebih lengkap dan bermutu serta kedekatan pusat informasi dengan pihak luar (pengguna) dapat terwujud. Selain berjaringan dan berkonsentarasi pada penyedia layanan informasi/data, upaya mendekatkan diri dengan ekstern juga dilakukan dengan mengadakan diskusi interaktif dengan pengguna layanan perpustakaan maupun umum.

2
Pengembangan Jaringan Pelayanan Kesehatan Reproduksi (PJPKR)
2
2
2
News Flash

IDAHO 2009

Jaringan LGBTIQ Yogyakarta akan menggelar Diskusi Publik dengan tema "Dukungan Orang Tua LGBTIQ" pada taJumat, 15 Mei 2009 jam 13.00 di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono 40/42 Yogyakarta. Hadir sebagai pembiara Dra. Ira Paramastri, MSi (Fakultas Psikologi UGM) dan Orang Tua LGBTIQ. Selain diskusi publik, ada pula pameran foto, aksi damai, dan panggung keberagaman yang merupakan rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) 2009 "Jangan Ada Kekerasan Dalam Keberagaman

Youth Forum Yogyakarta Adakan Hearing

Untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi remaja, Youth Forum Yogyakarta akan mengadakan dengar pendapat dengan Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI DIY, besok (7/4). Mereka akan diterima oleh Awang Trisnamurti, Sekretaris PHD dan Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah, di Gazebo PKBI DIY Taman Siswa, Yogyakarta

Diseminasi Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali

Besok, 7 April 2009, dilakukan Desiminasi dan Komitmen Narasumber Ahli Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor Biro Swara Nusa Bali, dan diikuti oleh para narasumber ahli dari berbagai disiplin dan sektor. Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan yang sama, pada tanggal 3 April 2009, di Biro Nusa Tenggara Barat dan Biro Jawa Tengah. "Responnya cukup baik," kata Farid Husni, Kepala Biro Jawa Tengah

Training Jurnalistik PKBI Cabang Bantul

Pada tanggal 10 Januari 2009, PKBI Cabang Bantul akan mengadakan pelatihan jurnalistik untuk para pengelola Koran Desa sebagai salah satu media komunikasi kesehatan reproduksi dan seskual, dan menumbuhkan solidaritas gerakan sosial. Menurut Yanuar, Direktur Pelaksana Cabang PKBI Cabang Bantul, kegiatan ini selain sebagai bagian dari strategi pengembangan kapasitas relawan, juga memiliki nilai strategis, karena efektif sebagai media pembelajaran bagi warga desa dalam menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka. "Pelatihan akan dipandu langsung oleh Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah PKBI DIY," kata Yanuar

Workshop Ahli Pengembangan Training Center

Tanggal 10 Juni 2008, akan dilaksanakan Workshop Ahli Pengembangan Training Center PKBI DIY. Akan hadir dalam workshop ini para pakar pelatihan dan akademisi, seperti Roem Topatimasang, Lies Marcoes, Rondang Pasaribu dan Drs. Asri. Dengan hadirnya para pakar ini, diharapkan, akan bisa menghasilkan rumusan konsep pengembangan Training Center PKBI DIY. Menurut Mashooroel, Koordinator Program Pengembangan Media dan Pelatihan (PMP), melalui Training Center, PKBI akan mempengaruhi cara pandang masyarakat mengenai problem kesehatan reproduski dan seksual [hiv dan aids], yang nantinya akan mampu mendorong perubahan strategi pada level pelaksanaan program

http://.

http://.

http://.

PKBI DIY, Jl. Tentara Rakyat Mataram JT I/705 Yogyakarta, 55231
Phone/Fax: +62 274 586767/+62 274 513566
E-mail: office@pkbi-diy.info
Web:
www.pkbi-diy.info