PKBI DIY: Berjuang untuk Hak Kesehatan Reproduksi & Seksual
Kamis, 9 Sep 2010
Jajak Pendapat

Menurut anda, situs ini bagaimana?

Biasa
Lumayan
Bagus
Jelek
http://swaranusa.net
Editorial
2
2

03 Oct 2009

Kita Bangsa yang Abai atau Pelupa?

Tragedi gempa bumi yang terus menerus mendera bangsa ini, ternyata tidak memberikan kesadaran untuk melakukan pembelajaran dalam penanganannya. Meskipun Obama, Presiden Amerika cukup teranga-terangan mengatakan bangsa ini bangsa yang kuat, tetapi tidak kuat dalam soal ingatan.

Persoalan-persoalan yang muncul dalam setiap kali terjadi tragedi kemanusiaan, seperti gempa, selalu saja tetap dan tak juga beranjak. Sebut saja, Wali Kota Padang, mengatakan sumbangan tersedia cukup banyak, tetapi terkendala dengan soal distribusi. Sementara pada khabar yang lain, tidak sedikit orang yang belum terjangkau bantuan sama sekali. Di sisi lain, pesawat berbadan lebar yang membawa bantuan pangan, kendaraan dan relawan justru tertahan tak bisa masuk ke Sumatra Barat.

Ironisnya, hampir seluruh institusi di negeri ini beramai-ramai membuka rekeningnya, menyodorkan alamatnya, untuk menerima bantuan langsung dari masyarakat. Bahkan salah satu stasiun TV ada yang melakukannya dengan program live-nya.

Kita menjadi khawatir, berbagai mobilisasi sumbangan dari masyarakat ternyata hanya dilakukan dengan gagasan-gagasan dan strategi pengumpulannya. Sementara manajemen distribusi tidak dipikirkan secara serius. Jika benar ini terjadi, sungguh para pengumpul sumbangan sedang melakukan pengabaian terhadap rasa kemanusian dan solidaritas sesama antar warga negara di negeri ini dan bahkan negara-negara asing lainnya.

Kenyataan ini menunjukkan betapa kapasitas pengelolaan gempa di Indonesia sama sekali tidak pernah mendapatkan perhatian cukup serius. Berbagai bantuan untuk melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia tidak menghasilkan pengetahuan dan ketrampilan yang menggembirakan.

Kita pantas untuk mengakui diri sebagai bangsa yang abai terhadap persoalan-persoalan di negeri ini. Tentu tidak saja gempa tetapi juga soal korupsi, politik dagang sapi, dan fenomena sosial lain, yang terkadang membuat kita menjadi kehilangan kepercayaan terhadap kesungguhan penguasa di negeri ini menjalankan mandat rakyatnya.

Kita juga pantas untuk mengakui diri sebagai bangsa pelupadan beringatan pendek. Sehingga, pelajaran dari gempa di Tasikmalaya, tak juga bisa menjadi pegangan dalam menangani gempa di Sumatra Barat. Kita selalu gagap dan bahkan menunjukkan ketidakpastian. Sebut saja, soal teknis, pembongkaran reruntuhan diperkirakan membutuhkan tidak kurang dari 50 armada. Ternyata, setelah 3 hari guncangan gempa, baru hanya tersedia 20 armada.

Mengakui merupakan jalan penting untuk kita membenahi diri. Mengembangkan dengan penuh kesadaran, negeri ini, saat ini, sungguh-sungguh rawan gempa, banjir, longsor ancaman alam yang lain. Sungguh kita menantikan para penguasa yang memiliki sensitivitas terhadap persoalan seperti ini.***

[Administrator Web]

2
Arsip Editorial
2
News Flash

IDAHO 2009

Jaringan LGBTIQ Yogyakarta akan menggelar Diskusi Publik dengan tema "Dukungan Orang Tua LGBTIQ" pada taJumat, 15 Mei 2009 jam 13.00 di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono 40/42 Yogyakarta. Hadir sebagai pembiara Dra. Ira Paramastri, MSi (Fakultas Psikologi UGM) dan Orang Tua LGBTIQ. Selain diskusi publik, ada pula pameran foto, aksi damai, dan panggung keberagaman yang merupakan rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) 2009 "Jangan Ada Kekerasan Dalam Keberagaman

Youth Forum Yogyakarta Adakan Hearing

Untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi remaja, Youth Forum Yogyakarta akan mengadakan dengar pendapat dengan Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI DIY, besok (7/4). Mereka akan diterima oleh Awang Trisnamurti, Sekretaris PHD dan Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah, di Gazebo PKBI DIY Taman Siswa, Yogyakarta

Diseminasi Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali

Besok, 7 April 2009, dilakukan Desiminasi dan Komitmen Narasumber Ahli Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor Biro Swara Nusa Bali, dan diikuti oleh para narasumber ahli dari berbagai disiplin dan sektor. Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan yang sama, pada tanggal 3 April 2009, di Biro Nusa Tenggara Barat dan Biro Jawa Tengah. "Responnya cukup baik," kata Farid Husni, Kepala Biro Jawa Tengah

Training Jurnalistik PKBI Cabang Bantul

Pada tanggal 10 Januari 2009, PKBI Cabang Bantul akan mengadakan pelatihan jurnalistik untuk para pengelola Koran Desa sebagai salah satu media komunikasi kesehatan reproduksi dan seskual, dan menumbuhkan solidaritas gerakan sosial. Menurut Yanuar, Direktur Pelaksana Cabang PKBI Cabang Bantul, kegiatan ini selain sebagai bagian dari strategi pengembangan kapasitas relawan, juga memiliki nilai strategis, karena efektif sebagai media pembelajaran bagi warga desa dalam menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka. "Pelatihan akan dipandu langsung oleh Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah PKBI DIY," kata Yanuar

Workshop Ahli Pengembangan Training Center

Tanggal 10 Juni 2008, akan dilaksanakan Workshop Ahli Pengembangan Training Center PKBI DIY. Akan hadir dalam workshop ini para pakar pelatihan dan akademisi, seperti Roem Topatimasang, Lies Marcoes, Rondang Pasaribu dan Drs. Asri. Dengan hadirnya para pakar ini, diharapkan, akan bisa menghasilkan rumusan konsep pengembangan Training Center PKBI DIY. Menurut Mashooroel, Koordinator Program Pengembangan Media dan Pelatihan (PMP), melalui Training Center, PKBI akan mempengaruhi cara pandang masyarakat mengenai problem kesehatan reproduski dan seksual [hiv dan aids], yang nantinya akan mampu mendorong perubahan strategi pada level pelaksanaan program

http://.

http://.

http://.

PKBI DIY, Jl. Tentara Rakyat Mataram JT I/705 Yogyakarta, 55231
Phone/Fax: +62 274 586767/+62 274 513566
E-mail: office@pkbi-diy.info
Web:
www.pkbi-diy.info