PKBI DIY: Berjuang untuk Hak Kesehatan Reproduksi & Seksual
Kamis, 9 Sep 2010
Jajak Pendapat

Menurut anda, situs ini bagaimana?

Biasa
Lumayan
Bagus
Jelek
http://swaranusa.net
Berita
2
2

26 Oct 2009

Iuran Anggota Harus Ditingkatkan

Capaian-capaian dan pengembangan program yang dilakukan untuk tahun 2009 sangat menggembirakan. Agenda penguatan cabang sudah bisa dilihat dengan nyata dari presentasi yang dilakukan masing-masing cabang. Tetapi dari sisi organisasi, sebagai sebuah Perkumpulan, masih ada yang harus terus dilakukan secara intensif. "Utamanya dalam soal iuran anggota," kata Dra. Budi Wahyuni, MM, MA, Ketua Pengurus Daerah (PD) PKBI DIY, saat menyampaikan kata sambutan dalam Rapat PD PKBI DIY, Sabtu (24/10).

Menurut Budi Wahyuni, iuran anggota merupakan indikator penting dalam pengembangan Perkumpulan. Karenanya, untuk tahun 2010, diharapkan pengumpulan iuran anggota harus bisa dilakukan. Idenitifikasi anggota sebagai langkah awal untuk melakukannya. "Tanyakan setiap relawan, apakah mereka akan berbasis tempat tinggal atau tempat beraktivitas," katanya.

Budi Wahyuni, juga menyampaikan pentingnya para staff pelaksana untuk mengikutisertakan Pengurus dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Perkumpulan. Kepentingannya agar para Pengurus tidak saja mendapatkan informasi, tetapi merasakan langsung semangat dan dinamika yang terjadi dalam berbagai program. "Selama ini, mekanisme informasi hanya didapatkan dari dokumen laporan saja," katanya.

Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah (Dirpelda) PKBI DIY, menyambutkan baik gagasan yang berkembang dan akan menindaklanjuti dalam proses pelaksanaan program tahun 2010. Kebutuhan untuk memberikan ruang keterlibatan Pengurus bukan dimaknai sebagai campur tangannya Pengurus pada level implementasi program, sehingga membaurkan kewenangan masing-masing bagian. "Ini sebagai sebuah proses belajar bersama secara terus menerus," katanya.

Agenda utama Rapat Pengurus Daerah PKBI DIY, selain presentasi perkembangan program di provinsi dan setiap cabang, juga disampaikan draft Program Kerja dan Anggaran (PKA) Tahun 2010. Proses ini sudah menjadi tuntutan, karena dalam PKA PKBI Daerah, juga mencakup agenda-agenda kerja di tingkat cabang. Sehingga masukan-masukan dari Cabang sangat diperlukan untuk menyempurnakan draft PKA Tahun 2010. "Meskipun draft ini bersumber dari informasi kebutuhan dari teman-teman cabang," kata Budi Wahyuni.

Beberapa gagasan pengembangan program yang akan dilakukan pada tahun 2010, antara lain, menguatkan kembali peserta KB laki-laki. Hal ini menjadi penting, karena pelibatan laki-laki dalam pemenuhan hak Kesehatan Reproduksi perempuan memang harus dilakukan. Kesehatan Reproduksi dan Seksual bagi perempuan tidak hanya beban perempuan, tetapi laki-laki harus memikul tanggung jawab juga untuk memenuhinya.

Penguatan organisasi-organisasi antar-iman dalam pengembangan program Kesehatan Reproduksi dan Seksual [HIV dan AIDS], jender dan HAM, juga akan menjadi perhatian dalam program 2010. Menurut Mukhotib MD, prioritas ini bukan sebagai pengaruh gerakan pada level internasional, melainkan memang sudah menjadi kebutuhan secara kontekstual. "Pengalaman program 2009, menunjukkan antusiasme dari kalangan agama-agama," katanya.

Dalam program tahun 2010, juga diprioritas pada pengembangan klinik layanan Kesehatan Reproduksi dan Seksual di tingkat cabang. Pengembangan Klinik ini akan dilengkapi dengan layanan konseling Kesehatan Reproduksi dan Seksual di setiap Cabang. "Kita sudah melakukan pelatihan manajemen Klinik dan Konselor bagi cabang-cabang," kata Mukhotib MD.

Dengan berdirinya klinik-klinik pada level Cabang, program klinik keliling yang dikelola PKBI Provinsi akan dihentikan, karena akan dikelola langsung oleh masing-masing cabang. "Sumberdaya pada level cabang sangat memadai. Setiap cabang memiliki relawan yang berlatar dokter, perawat dan bidan," kata Mukhotib MD dengan nada optimis.[]

[Administrator Web]

2
Arsip Berita
2
News Flash

IDAHO 2009

Jaringan LGBTIQ Yogyakarta akan menggelar Diskusi Publik dengan tema "Dukungan Orang Tua LGBTIQ" pada taJumat, 15 Mei 2009 jam 13.00 di Gedung PWNU DIY, Jl. MT. Haryono 40/42 Yogyakarta. Hadir sebagai pembiara Dra. Ira Paramastri, MSi (Fakultas Psikologi UGM) dan Orang Tua LGBTIQ. Selain diskusi publik, ada pula pameran foto, aksi damai, dan panggung keberagaman yang merupakan rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) 2009 "Jangan Ada Kekerasan Dalam Keberagaman

Youth Forum Yogyakarta Adakan Hearing

Untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi remaja, Youth Forum Yogyakarta akan mengadakan dengar pendapat dengan Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI DIY, besok (7/4). Mereka akan diterima oleh Awang Trisnamurti, Sekretaris PHD dan Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah, di Gazebo PKBI DIY Taman Siswa, Yogyakarta

Diseminasi Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali

Besok, 7 April 2009, dilakukan Desiminasi dan Komitmen Narasumber Ahli Kantor Berita Swara Nusa Biro Bali. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor Biro Swara Nusa Bali, dan diikuti oleh para narasumber ahli dari berbagai disiplin dan sektor. Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan yang sama, pada tanggal 3 April 2009, di Biro Nusa Tenggara Barat dan Biro Jawa Tengah. "Responnya cukup baik," kata Farid Husni, Kepala Biro Jawa Tengah

Training Jurnalistik PKBI Cabang Bantul

Pada tanggal 10 Januari 2009, PKBI Cabang Bantul akan mengadakan pelatihan jurnalistik untuk para pengelola Koran Desa sebagai salah satu media komunikasi kesehatan reproduksi dan seskual, dan menumbuhkan solidaritas gerakan sosial. Menurut Yanuar, Direktur Pelaksana Cabang PKBI Cabang Bantul, kegiatan ini selain sebagai bagian dari strategi pengembangan kapasitas relawan, juga memiliki nilai strategis, karena efektif sebagai media pembelajaran bagi warga desa dalam menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka. "Pelatihan akan dipandu langsung oleh Mukhotib MD, Direktur Pelaksana Daerah PKBI DIY," kata Yanuar

Workshop Ahli Pengembangan Training Center

Tanggal 10 Juni 2008, akan dilaksanakan Workshop Ahli Pengembangan Training Center PKBI DIY. Akan hadir dalam workshop ini para pakar pelatihan dan akademisi, seperti Roem Topatimasang, Lies Marcoes, Rondang Pasaribu dan Drs. Asri. Dengan hadirnya para pakar ini, diharapkan, akan bisa menghasilkan rumusan konsep pengembangan Training Center PKBI DIY. Menurut Mashooroel, Koordinator Program Pengembangan Media dan Pelatihan (PMP), melalui Training Center, PKBI akan mempengaruhi cara pandang masyarakat mengenai problem kesehatan reproduski dan seksual [hiv dan aids], yang nantinya akan mampu mendorong perubahan strategi pada level pelaksanaan program

http://.

http://.

http://.

PKBI DIY, Jl. Tentara Rakyat Mataram JT I/705 Yogyakarta, 55231
Phone/Fax: +62 274 586767/+62 274 513566
E-mail: office@pkbi-diy.info
Web:
www.pkbi-diy.info